Pricing Strategy Cuma Pakai Firasat
Kalo kemahalan, kalah bersaing. Kalo kemurahan, tiap melayani pasien malah nambah rugi. Seringnya baru ketahuan waktu audit atau Financial Report akhir tahun.
Activity-Based Costing + Double Distribution
UCRS menelusuri real cost rumah sakit sampai ke satu kali tindakan: gaji, medical equipment, consumables, fasilitas, hingga utility & waste. Dapatkan angka tarif yang fully defensible dan langsung ter-benchmark dengan tarif klaim BPJS/INA-CBG.
Initial Cost → Allocation → Unit Cost
CAPEX, OPEX, & Maintenance
Regional 1-5 + RS Vertikal
PDF Kop Resmi + Excel Export
Cost Visibility Gap
Rumah sakit dengan mudah tahu total pengeluaran bulanan. Tapi pertanyaan kuncinya: satu tindakan medis sebenarnya makan biaya berapa? Tanpa angka riil ini, penetapan tarif cuma tebak-tebakan.
Kalo kemahalan, kalah bersaing. Kalo kemurahan, tiap melayani pasien malah nambah rugi. Seringnya baru ketahuan waktu audit atau Financial Report akhir tahun.
Klaim JKN dibayar flat via tarif INA-CBG. Tanpa pembanding cost per tindakan, management nggak bisa melacak tindakan mana yang selalu "nombok".
Laundry, Gizi, IPSRS, & Management itu non-revenue generating, tapi costing-nya jalan terus. Kalo biayanya nggak dialirkan ke unit pelayanan, harga tarif bakalan terdistorsi.
Calculation Engine
Tiga layer kalkulasi otomatis di atas single source of truth. Menggunakan metodologi Activity-Based Costing: biaya ditelusuri presisi sesuai konsumsi aktual, bukan sekadar dibagikan rata.
Initial Cost
Penyusutan asset & gedung, payroll, consumables, sampai utilities dikelompokkan ke 26 komponen biaya untuk seluruh unit kerja (penunjang maupun pelayanan).
Double Distribution
Dua putaran alokasi. Round 1 menghitung unit penunjang yang saling melayani (contoh: Laundry & Gizi). Round 2 mendorong sisa biaya ke unit pelayanan sampai saldo penunjang zero out.
Unit Costing
Biaya unit dialokasikan ke tiap tindakan berdasarkan konsumsi riil: durasi alat, pemakaian bahan, dan alokasi waktu medical staff.
Unit Cost = DC + IDLE + IC
DC · Direct Cost
Biaya riil yang terhubung langsung ke tindakan medis tersebut.
IDLE · Unutilized Capacity
Beban biaya dari kapasitas unit/alat yang belum terpakai optimal.
IC · Indirect Cost
Porsi alokasi biaya unit penunjang dari tahapan Double Distribution.
Semua angka terhitung *on the fly*. Nggak ada tabel rekap basi atau scheduler berkala. Ubah satu biaya alat atau tagihan listrik, seluruh laporan langsung menyesuaikan detik itu juga.
System Capabilities
Satu arsitektur data terpadu, hilangkan kerumitan copy-paste data manual antar departemen.
Katalog SDM, alat kesehatan, bahan, dan gedung yang di-mapping ke tiap work unit sesuai durasi aktifnya.
Deklarasi pemakaian aktual: durasi alat, volume bahan, menit kerja staff, & utilities pembentuk Direct Cost.
Struktur biaya terurai menyeluruh ke kelompok Investasi, Operasional, dan Pemeliharaan.
Listrik, air, limbah, AC, gas medis, LPG, & cleaning service didistribusikan dari billing riil tanpa asumsi manual.
Obat dipisah dari cost tindakan medis dan ditagih terpisah, terpantau langsung pada laporan P&L Farmasi.
Bandingkan target tahunan vs realisasi bulanan untuk mengukur efisiensi biaya terhadap revenue tertagih.
Kontrol izin akses hingga level page x action (view, add, edit, delete, export) dengan skema Role-Based.
Logo, nama, dan identitas resmi RS tercetak otomatis pada kop laporan PDF tanpa perlu re-formatting.
Bandingkan komparasi tariff RS pesaing secara bersandingan dalam satu dokumen siap cetak untuk diskusi eksekutif.
Data Hygiene & Quality Control
Di sistem lama, nyari data anomali itu bak nyari jarum di tumpukan jerami. UCRS secara proaktif mengumpulkan data mencurigakan ke dalam action list yang siap di-review & fix.
Rekomendasi perbaikan dihasilkan dari data historis, tetap bisa di-review sebelum di-apply.
Jejak perubahan tercatat rapi (Who, What, When) dan bisa di-restore kalau ada kesalahan input.
Tracking barang/alat yang belum di-assign ke unit kerja beserta dampak finansialnya ke unit cost.
Tariff Intelligence & BPJS
Unit cost adalah cost base, bukan price tag. Di atasnya kita kombinasikan dengan jasa pelayanan, profit margin, dan cost of money. Hasilnya di-benchmark langsung dengan klaim BPJS.
Tariff Structure
Tarif = Unit Cost + Jasa Pelayanan + Margin + Bank Rate
Revenue Projection
Revenue = (Tarif − Jasa Pelayanan) × Volume
BPJS Margin Analysis
Gain/Loss = Tarif INA-CBG − Tarif RS
Nilai minus artinya RS nombok tiap kali tindakan tersebut dilayani via BPJS.
Tabel tarif klaim sesuai Permenkes: Regional 1-5, RS Vertikal, 1,075+ kode diagnosis, lengkap dengan Special CMG top-up.
Ubah parameter kelas RS, regional, atau kepemilikan untuk simulasi tarif klaim sebelum mengeksekusi kebijakan baru.
Support multi-tarif per kelas perawatan serta bundling beberapa tindakan medis menjadi satu skema paket layanan.
Remuneration Module
Di tiap struktur tarif ada alokasi Jasa Pelayanan (JP) untuk para nakes & staff. Modul Remunerasi mengkalkulasi pembagian porsi JP secara otomatis untuk setiap tindakan medis, lalu dikonsolidasikan langsung dengan volume tahunan.
Yang dialokasikan murni porsi Jasa Pelayanan, bukan menggerus Unit Cost. Direct Cost alat, bahan, & overhead tetap terisolasi utuh di calculation engine.
45%
JP Pelaksana
Dokter / Bidan utama penanggung jawab tindakan.
15%
JP Asisten
Perawat atau asisten tindakan medis.
10%
JP Struktural
Management & penanggung jawab unit pelayanan.
30%
JP Tenaga Lain
Tim penunjang & supporting staff yang terlibat.
Preset rasio di atas adalah skema standar bawaan. Persentase fully customizable, bisa dibikin beda tiap tindakan medis tertentu, serta komponen penerima bisa ditambahkan sesuai regulasi RS dengan invariant constraint: total alokasi selalu 100%.
Calculation per Action
Nominal JP = Jasa Pelayanan × % Share
Annual Revenue Projection
Total Remunerasi = Nominal JP × Annual Volume
Remunerasi bekerja sebagai add-on plugin opsional. Sistem arsitektur modular menjamin modul ini berjalan di atas data layer utama tanpa pernah mengubah atau merusak formula core calculation engine.
Reporting & Export
9 jenis laporan PDF resmi berkop instansi, export Excel di semua tabel, dan fitur batch export per unit/divisi.
Rincian breakdown biaya per komponen di seluruh work unit.
Aliran alokasi overhead cost unit penunjang beserta matriks pertamanya.
Rincian cost per tindakan, price list, dan perbandingan vs INA-CBG.
Analisis performa realisasi dari perspektif tarif, tindakan, dan klaim BPJS.
Fully Defensible & Proven
Tiap layer kalkulasi direkonsiliasi hingga presisi ke rupiah terakhir dibanding legacy system. Tiap deviasi yang ada merupakan perbaikan terukur yang tercatat alasannya.
Keandalan dijaga via automated invariant checks tiap kali mesin hitung disentuh: penyerapan tagihan utilitas 100% pas, zero-leakage belanja bahan, dan seluruh biaya unit terbagi tuntas.
58
Work Units
Teruji pada data operasional riil RSUD.
1,890
Actions / Procedures
Calculated on-the-fly tanpa perlu batch process.
100%
Reconciled Units
Biaya awal & distribusi terverifikasi klop untuk semua unit.
7
Automated Checks
Invariant rules yang jalan tiap ada update di calculation engine.
Coba langsung dengan data operasional lengkap, dari setup master data hingga laporan print-ready.