Pricing Strategy Cuma Pakai Firasat
Kalau kemahalan, kalah bersaing. Kalau kemurahan, tiap melayani pasien malah nambah rugi. Seringnya baru ketahuan waktu audit atau Financial Report akhir tahun.
Activity-Based Costing + Double Distribution
UCRS menelusuri real cost rumah sakit sampai ke satu kali kegiatan: gaji, medical equipment, consumables, fasilitas, hingga utility & waste. Dapatkan angka tarif yang fully defensible dan langsung ter-benchmark dengan tarif klaim BPJS/INA-CBG.
Initial Cost → Allocation → Unit Cost
CAPEX, OPEX, & Maintenance
Regional 1-5 + RS Vertikal
PDF Kop Resmi + Excel Export
Cost Visibility Gap
Rumah sakit dengan mudah tahu total pengeluaran bulanan. Tapi pertanyaan kuncinya: satu kegiatan medis sebenarnya makan biaya berapa? Tanpa angka riil ini, penetapan tarif cuma tebak-tebakan.
Kalau kemahalan, kalah bersaing. Kalau kemurahan, tiap melayani pasien malah nambah rugi. Seringnya baru ketahuan waktu audit atau Financial Report akhir tahun.
Klaim JKN dibayar flat via tarif INA-CBG. Tanpa pembanding cost per kegiatan, management tidak bisa melacak kegiatan mana yang selalu "nombok".
Laundry, Gizi, IPSRS, & Management itu Cost Center: tidak menghasilkan pendapatan langsung, tapi costing-nya jalan terus. Kalau biayanya tidak dialirkan ke Revenue Center, harga tarif bakalan terdistorsi.
Calculation Engine
Tiga layer kalkulasi otomatis di atas single source of truth. Menggunakan metodologi Activity-Based Costing: biaya ditelusuri presisi sesuai konsumsi aktual, bukan sekadar dibagikan rata.
Initial Cost
Penyusutan asset & gedung, payroll, consumables, sampai utilities dikelompokkan ke 30 komponen biaya untuk seluruh unit kerja (penunjang maupun pelayanan).
Double Distribution
Dua putaran alokasi. Round 1 menghitung Cost Center yang saling melayani (contoh: Laundry & Gizi). Round 2 mendorong sisa biaya ke Revenue Center sampai saldo Cost Center zero out.
Unit Costing
Biaya unit dialokasikan ke tiap kegiatan berdasarkan konsumsi riil: durasi alat, pemakaian bahan, dan alokasi waktu medical staff.
Unit Cost = DC + IDLE + IC
DC · Direct Cost
Biaya riil yang terhubung langsung ke kegiatan medis tersebut.
IDLE · Unutilized Capacity
Beban biaya dari kapasitas unit/alat yang belum terpakai optimal.
IC · Indirect Cost
Porsi alokasi biaya Cost Center dari tahapan Double Distribution.
Activity Package Costing
Banyak layanan tidak berdiri sebagai satu kegiatan. Paket Kegiatan menggabungkan beberapa kegiatan menjadi satu jalur layanan, dan biayanya dijumlah dari anggotanya - termasuk anggota yang dikerjakan unit kerja lain, yang tetap dihitung di unitnya masing-masing.
Semua angka terhitung *on the fly*. Tidak ada tabel rekap basi atau scheduler berkala. Ubah satu biaya alat atau tagihan listrik, seluruh laporan langsung menyesuaikan detik itu juga.
System Capabilities
Satu arsitektur data terpadu, hilangkan kerumitan copy-paste data manual antar departemen.
Katalog SDM, alat kesehatan, bahan, dan gedung yang di-mapping ke tiap work unit sesuai durasi aktifnya.
Deklarasi pemakaian aktual: durasi alat, volume bahan, menit kerja staff, & utilities pembentuk Direct Cost.
Struktur biaya terurai menyeluruh ke kelompok Investasi, Operasional, dan Pemeliharaan.
Listrik, air, limbah, AC, gas medis, LPG, & cleaning service didistribusikan dari billing riil tanpa asumsi manual.
Obat dipisah dari cost kegiatan medis dan ditagih terpisah, terpantau langsung pada laporan Laba/Rugi Obat.
Bandingkan target tahunan vs realisasi bulanan untuk mengukur efisiensi biaya terhadap revenue tertagih.
Kontrol izin akses hingga level page x action (view, add, edit, delete, export) dengan skema Role-Based.
Logo, nama, dan identitas resmi RS tercetak otomatis pada kop laporan PDF tanpa perlu re-formatting.
Bandingkan komparasi tariff RS pesaing secara bersandingan dalam satu dokumen siap cetak untuk diskusi eksekutif.
Data Hygiene & Quality Control
Cari data anomali itu ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. UCRS mengumpulkan data mencurigakan ke dalam action list yang siap di-review & fix.
Bedanya: tiap temuan tidak berhenti di "ada yang salah". Setiap baris membawa kemungkinan penyebabnya dan langkah perbaikannya, sampai menyebut halaman mana yang harus dibuka. Kalau penyebabnya lebih dari satu, semua cabangnya ditampilkan, termasuk yang memang tidak perlu diperbaiki.
Rekomendasi perbaikan dihasilkan dari data historis, tetap bisa di-review sebelum di-apply.
Jejak perubahan tercatat rapi (Who, What, When) dan bisa di-restore kalau ada kesalahan input.
Tracking barang/alat yang belum di-assign ke unit kerja beserta dampak finansialnya ke unit cost.
Dashboard, worklist, dan laporan membaca satu katalog temuan yang sama, sehingga angka & istilahnya tidak pernah berbeda antar halaman.
Dari angka merah di laporan, langsung telusur ke kegiatan & barang penyumbang terbesarnya tanpa perlu buka-tutup halaman.
Capacity & Utilization Check
Ada kelas kesalahan yang tidak terlihat dari isian datanya, dan baru ketahuan saat dijumlah: total jam yang dibebankan seluruh kegiatan ke satu jabatan melebihi jam kerja yang benar-benar terpasang, atau satu alat terpakai lebih lama daripada jam operasionalnya.
Lewat 100% berarti biaya terbagi ke kegiatan dengan porsi yang salah, dan unit cost yang keluar akan ikut salah. Daftarnya bisa diurutkan dari yang paling parah, lalu ditelusuri ke kegiatan penyumbangnya.
Tariff Intelligence & BPJS
Unit cost adalah cost base, bukan price tag. Di atasnya kita kombinasikan dengan jasa pelayanan, profit margin, dan cost of money. Hasilnya di-benchmark langsung dengan klaim BPJS.
Tariff Structure
Tarif = Unit Cost + Jasa Pelayanan + Margin + Bank Rate
Revenue Projection
Revenue = (Tarif − Jasa Pelayanan) × Volume
BPJS Margin Analysis
Gain/Loss = Tarif INA-CBG − Tarif RS
Nilai minus artinya RS menanggung selisihnya tiap kali kegiatan tersebut dilayani via BPJS.
Tarif klaim resmi sesuai Permenkes: Regional 1-5 (Pemerintah & Swasta) plus tarif khusus RS Vertikal, 1.075 kode diagnosis, lengkap dengan Special CMG top-up. Tarif dimuat per rumah sakit sesuai regional dan kelasnya.
Ubah parameter kelas RS, regional, atau kepemilikan untuk simulasi tarif klaim sebelum mengeksekusi kebijakan baru.
Support multi-tarif per kelas perawatan serta bundling beberapa kegiatan medis menjadi satu skema paket layanan.
Clinical Pathway Module
BPJS membayar INA-CBG per diagnosis per episode rawat, bukan per kegiatan. Modul Clinical Pathway menyusun dokumen CP rumah sakit per hari rawat, menghubungkan tiap baris ke kegiatan & obat yang unit cost-nya sudah dihitung engine, lalu mengadu total biaya satu episode dengan tarif klaim sesuai kelas rawatnya.
Jawaban untuk pertanyaan klasik direksi: diagnosis ini klaimnya menutup biaya perawatan kita, atau RS menanggung selisihnya di tiap pasien?
Kolom kegiatan baku, uraian, dan hari rawat persis formulir CP untuk akreditasi. Tiap sel menandai wajib atau opsional, lengkap dengan jumlah pelaksanaan per hari.
Biaya standar dari item wajib, biaya maksimum menambahkan item opsional. Di sampingnya tarif RS per episode (dasar harga paket pasien umum) dan porsi jasa pelayanannya, semuanya dibandingkan dengan klaim INA-CBG di kelas rawat yang sama.
Standar akreditasi RS (KMK 1596/2024) meminta minimal 5 evaluasi clinical pathway prioritas yang berdampak ke kendali biaya. Biaya per episode dari modul ini jadi bahan evaluasinya.
Cost per Episode
Biaya Standar = Σ (Unit Cost + Obat) × Jumlah Pelaksanaan Wajib
BPJS Episode Gap
Selisih Klaim = Tarif INA-CBG − Biaya per Episode
After Service Fee
Selisih Setelah Jasa = Tarif INA-CBG − (Biaya + Jasa Pelayanan)
Di JKN jasa pelayanan dibayar dari klaim yang sama, jadi ini selisih yang benar-benar ditanggung RS.
Baris tanpa acuan biaya, rawat inap tanpa akomodasi, kegiatan yang aktivitasnya belum diisi, atau kode INA-CBG yang tidak punya tarif: semuanya muncul sebagai temuan, lengkap dengan penyebab dan cara memperbaikinya. Angka yang dihasilkan adalah biaya standar menurut dokumen, bukan biaya aktual per pasien. Clinical Pathway berjalan sebagai add-on plugin di atas engine yang sama, tanpa mengubah formula core calculation engine.
Remuneration Module
Di tiap struktur tarif ada alokasi Jasa Pelayanan (JP) untuk para nakes & staff. Modul Remunerasi mengkalkulasi pembagian porsi JP secara otomatis untuk setiap kegiatan medis, lalu dikonsolidasikan langsung dengan volume tahunan.
Yang dialokasikan murni porsi Jasa Pelayanan, bukan menggerus Unit Cost. Direct Cost alat, bahan, & overhead tetap terisolasi utuh di calculation engine.
45%
JP Pelaksana
Dokter / Bidan utama penanggung jawab kegiatan.
15%
JP Asisten
Perawat atau asisten kegiatan medis.
10%
JP Struktural
Management & penanggung jawab Revenue Center.
30%
JP Tenaga Lain
Tim penunjang & supporting staff yang terlibat.
Preset rasio di atas adalah skema standar bawaan. Persentase fully customizable, bisa dibuat berbeda tiap kegiatan medis tertentu, serta komponen penerima bisa ditambahkan sesuai regulasi RS dengan invariant constraint: total alokasi selalu 100%.
Calculation per Kegiatan
Nominal JP = Jasa Pelayanan × % Share
Annual Revenue Projection
Total Remunerasi = Nominal JP × Annual Volume
Remunerasi bekerja sebagai add-on plugin opsional. Sistem arsitektur modular menjamin modul ini berjalan di atas data layer utama tanpa pernah mengubah atau merusak formula core calculation engine.
Reporting & Export
9 jenis laporan PDF resmi berkop instansi, export Excel di semua tabel, dan fitur batch export per unit/divisi.
Rincian breakdown biaya per komponen di seluruh work unit.
Aliran alokasi overhead cost Cost Center beserta matriks pertamanya.
Rincian cost per kegiatan, price list, dan perbandingan vs INA-CBG.
Analisis performa realisasi dari perspektif tarif, kegiatan, dan klaim BPJS.
Fully Defensible & Proven
Tiap layer kalkulasi direkonsiliasi hingga presisi ke rupiah terakhir dibanding legacy system. Tiap deviasi yang ada merupakan perbaikan terukur yang tercatat alasannya.
Keandalan dijaga via automated invariant checks tiap kali mesin hitung disentuh: penyerapan tagihan utilitas 100% pas, zero-leakage belanja bahan, dan seluruh biaya unit terbagi tuntas.
58
Work Units
Teruji pada data operasional riil RSUD.
1,890
Kegiatan / Activities
Calculated on-the-fly tanpa perlu batch process.
100%
Reconciled Units
Biaya awal & distribusi terverifikasi klop untuk semua unit.
18
Automated Checks
Invariant rules yang jalan tiap ada update di calculation engine.
Coba langsung dengan data operasional lengkap, dari setup master data hingga laporan print-ready.