Lewati ke konten utama

Activity-Based Costing + Double Distribution

True Cost Accuracy di Setiap Kegiatan Medis.

UCRS menelusuri real cost rumah sakit sampai ke satu kali kegiatan: gaji, medical equipment, consumables, fasilitas, hingga utility & waste. Dapatkan angka tarif yang fully defensible dan langsung ter-benchmark dengan tarif klaim BPJS/INA-CBG.

Breakdown Unit Cost per Kegiatan
Laporan Unit Cost UCRS untuk satu kegiatan: kartu Direct Cost, Idle Cost, Indirect Cost, dan Unit Cost, dilengkapi total biaya setahun, tarif klaim INA-CBG, selisihnya, dan biaya obat, di atas rincian biaya per komponen.
Calculation Engine
3 Layers

Initial Cost → Allocation → Unit Cost

Cost Components
30 Standard

CAPEX, OPEX, & Maintenance

INA-CBG Rate Database
115,135 Rows

Regional 1-5 + RS Vertikal

Print-Ready Reports
9 Formats

PDF Kop Resmi + Excel Export

Cost Visibility Gap

Tanpa kalkulasi unit cost yang tepat, 3 blind spot ini diam-diam akan mengikis margin RS.

Rumah sakit dengan mudah tahu total pengeluaran bulanan. Tapi pertanyaan kuncinya: satu kegiatan medis sebenarnya makan biaya berapa? Tanpa angka riil ini, penetapan tarif cuma tebak-tebakan.

Pricing Strategy Cuma Pakai Firasat

Kalau kemahalan, kalah bersaing. Kalau kemurahan, tiap melayani pasien malah nambah rugi. Seringnya baru ketahuan waktu audit atau Financial Report akhir tahun.

Kerugian Klaim BPJS Tidak Terdeteksi

Klaim JKN dibayar flat via tarif INA-CBG. Tanpa pembanding cost per kegiatan, management tidak bisa melacak kegiatan mana yang selalu "nombok".

Overhead Units Tidak Ter-alokasi ke Tarif

Laundry, Gizi, IPSRS, & Management itu Cost Center: tidak menghasilkan pendapatan langsung, tapi costing-nya jalan terus. Kalau biayanya tidak dialirkan ke Revenue Center, harga tarif bakalan terdistorsi.

Calculation Engine

Transformasi data expense RS yang rumit jadi Unit Cost per Kegiatan.

Tiga layer kalkulasi otomatis di atas single source of truth. Menggunakan metodologi Activity-Based Costing: biaya ditelusuri presisi sesuai konsumsi aktual, bukan sekadar dibagikan rata.

  1. 1

    Initial Cost

    Consolidate Cost di Tiap Work Unit

    Penyusutan asset & gedung, payroll, consumables, sampai utilities dikelompokkan ke 30 komponen biaya untuk seluruh unit kerja (penunjang maupun pelayanan).

  2. 2

    Double Distribution

    Cascading Overhead Cost ke Revenue Center

    Dua putaran alokasi. Round 1 menghitung Cost Center yang saling melayani (contoh: Laundry & Gizi). Round 2 mendorong sisa biaya ke Revenue Center sampai saldo Cost Center zero out.

  3. 3

    Unit Costing

    Trace Direct & Indirect Cost per Kegiatan

    Biaya unit dialokasikan ke tiap kegiatan berdasarkan konsumsi riil: durasi alat, pemakaian bahan, dan alokasi waktu medical staff.

    Unit Cost = DC + IDLE + IC

DC · Direct Cost

Biaya riil yang terhubung langsung ke kegiatan medis tersebut.

IDLE · Unutilized Capacity

Beban biaya dari kapasitas unit/alat yang belum terpakai optimal.

IC · Indirect Cost

Porsi alokasi biaya Cost Center dari tahapan Double Distribution.

Dokumen Kegiatan · Konsumsi per Kegiatan
Halaman Kegiatan UCRS: daftar bahan dan alat yang dipakai satu kegiatan, di sebelahnya pratinjau unit cost hasil hitungan mesin costing.
Direct cost terbentuk secara dinamis: bahan x harga satuan, durasi alat, & waktu kerja staff. Preview unit cost langsung dihitung ulang begitu data disimpan.

Activity Package Costing

Satu kegiatan, atau satu paket layanan utuh.

Banyak layanan tidak berdiri sebagai satu kegiatan. Paket Kegiatan menggabungkan beberapa kegiatan menjadi satu jalur layanan, dan biayanya dijumlah dari anggotanya - termasuk anggota yang dikerjakan unit kerja lain, yang tetap dihitung di unitnya masing-masing.

Unit Cost Paket Kegiatan · Bundling Lintas Unit Kerja
Laporan Unit Cost Paket Kegiatan UCRS: biaya satu paket layanan beserta daftar kegiatan anggotanya yang berasal dari beberapa unit kerja berbeda.
Struktur biayanya identik dengan kegiatan tunggal: Direct, Idle, Indirect, per komponen. Setiap anggota paket tetap memakai Idle & Indirect Cost dari unit kerjanya sendiri.

Real-time Calculation Engine (No Batch Jobs)

Semua angka terhitung *on the fly*. Tidak ada tabel rekap basi atau scheduler berkala. Ubah satu biaya alat atau tagihan listrik, seluruh laporan langsung menyesuaikan detik itu juga.

System Capabilities

End-to-End Suite: Dari Raw Data Sampai Executive Report.

Satu arsitektur data terpadu, hilangkan kerumitan copy-paste data manual antar departemen.

Master Data & Asset Mapping

Katalog SDM, alat kesehatan, bahan, dan gedung yang di-mapping ke tiap work unit sesuai durasi aktifnya.

Activity Input per Kegiatan

Deklarasi pemakaian aktual: durasi alat, volume bahan, menit kerja staff, & utilities pembentuk Direct Cost.

30 Standard Cost Categories

Struktur biaya terurai menyeluruh ke kelompok Investasi, Operasional, dan Pemeliharaan.

Actual Utility Cost Allocation

Listrik, air, limbah, AC, gas medis, LPG, & cleaning service didistribusikan dari billing riil tanpa asumsi manual.

Pharmacy & Medicine Unbundling

Obat dipisah dari cost kegiatan medis dan ditagih terpisah, terpantau langsung pada laporan Laba/Rugi Obat.

Planned vs Actual Volume Variance

Bandingkan target tahunan vs realisasi bulanan untuk mengukur efisiensi biaya terhadap revenue tertagih.

Granular RBAC (Access Control)

Kontrol izin akses hingga level page x action (view, add, edit, delete, export) dengan skema Role-Based.

Custom Branding Kop Surat

Logo, nama, dan identitas resmi RS tercetak otomatis pada kop laporan PDF tanpa perlu re-formatting.

Hospital Benchmark Rates

Bandingkan komparasi tariff RS pesaing secara bersandingan dalam satu dokumen siap cetak untuk diskusi eksekutif.

Data Hygiene & Quality Control

Angka janggal terdeteksi otomatis, lengkap dengan cara memperbaikinya.

Cari data anomali itu ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. UCRS mengumpulkan data mencurigakan ke dalam action list yang siap di-review & fix.

Bedanya: tiap temuan tidak berhenti di "ada yang salah". Setiap baris membawa kemungkinan penyebabnya dan langkah perbaikannya, sampai menyebut halaman mana yang harus dibuka. Kalau penyebabnya lebih dari satu, semua cabangnya ditampilkan, termasuk yang memang tidak perlu diperbaiki.

Smart Suggestions

Rekomendasi perbaikan dihasilkan dari data historis, tetap bisa di-review sebelum di-apply.

Audit Log & One-Click Rollback

Jejak perubahan tercatat rapi (Who, What, When) dan bisa di-restore kalau ada kesalahan input.

Unallocated Asset Detection

Tracking barang/alat yang belum di-assign ke unit kerja beserta dampak finansialnya ke unit cost.

Single Finding Catalog

Dashboard, worklist, dan laporan membaca satu katalog temuan yang sama, sehingga angka & istilahnya tidak pernah berbeda antar halaman.

Root Cause Drill-down

Dari angka merah di laporan, langsung telusur ke kegiatan & barang penyumbang terbesarnya tanpa perlu buka-tutup halaman.

Data Quality Dashboard
Halaman Kualitas Data UCRS: tiga kartu ringkasan temuan dan tujuh kategori temuan sebagai tab, diikuti blok kemungkinan penyebab dan cara memperbaiki lengkap dengan halaman tujuannya, lalu daftar durasi pemakaian alat yang janggal beserta usulan penggantinya.
Tujuh kategori temuan dalam satu worklist. Usulan perbaikan bisa diubah per baris, dan tidak ada satu angka pun yang berubah sebelum dicentang.

Capacity & Utilization Check

Batas fisik yang tidak bisa dibantah angkanya.

Ada kelas kesalahan yang tidak terlihat dari isian datanya, dan baru ketahuan saat dijumlah: total jam yang dibebankan seluruh kegiatan ke satu jabatan melebihi jam kerja yang benar-benar terpasang, atau satu alat terpakai lebih lama daripada jam operasionalnya.

Lewat 100% berarti biaya terbagi ke kegiatan dengan porsi yang salah, dan unit cost yang keluar akan ikut salah. Daftarnya bisa diurutkan dari yang paling parah, lalu ditelusuri ke kegiatan penyumbangnya.

Analisa Operasional · Beban Jam & Utilisasi Alat
Halaman Analisa Operasional UCRS: kartu jumlah jabatan yang melewati kapasitas dan alat yang melewati 100%, di atas tabel beban jam per jabatan yang diurutkan dari persentase utilisasi tertinggi.
Basis waktunya disamakan dengan calculation engine, sehingga persentasenya bisa dibandingkan langsung dengan angka yang dipakai menghitung unit cost.

Tariff Intelligence & BPJS

Ubah Cost Data Jadi Strategic Decision.

Unit cost adalah cost base, bukan price tag. Di atasnya kita kombinasikan dengan jasa pelayanan, profit margin, dan cost of money. Hasilnya di-benchmark langsung dengan klaim BPJS.

Tariff Structure

Tarif = Unit Cost + Jasa Pelayanan + Margin + Bank Rate

Revenue Projection

Revenue = (Tarif − Jasa Pelayanan) × Volume

BPJS Margin Analysis

Gain/Loss = Tarif INA-CBG − Tarif RS

Nilai minus artinya RS menanggung selisihnya tiap kali kegiatan tersebut dilayani via BPJS.

Referensi Tarif INA-CBG
Halaman Referensi INA-CBG di UCRS: profil rumah sakit yang sedang aktif di atas tabel tarif klaim resmi per regional, kelas rumah sakit, dan kelas rawat, yang bisa disaring dan dicari.

Official INA-CBG Database

Tarif klaim resmi sesuai Permenkes: Regional 1-5 (Pemerintah & Swasta) plus tarif khusus RS Vertikal, 1.075 kode diagnosis, lengkap dengan Special CMG top-up. Tarif dimuat per rumah sakit sesuai regional dan kelasnya.

Hospital Profile Simulation

Ubah parameter kelas RS, regional, atau kepemilikan untuk simulasi tarif klaim sebelum mengeksekusi kebijakan baru.

Bundling & Activity Packages

Support multi-tarif per kelas perawatan serta bundling beberapa kegiatan medis menjadi satu skema paket layanan.

Clinical Pathway Module

Biaya per Episode, Head-to-Head dengan Klaim INA-CBG.

BPJS membayar INA-CBG per diagnosis per episode rawat, bukan per kegiatan. Modul Clinical Pathway menyusun dokumen CP rumah sakit per hari rawat, menghubungkan tiap baris ke kegiatan & obat yang unit cost-nya sudah dihitung engine, lalu mengadu total biaya satu episode dengan tarif klaim sesuai kelas rawatnya.

Jawaban untuk pertanyaan klasik direksi: diagnosis ini klaimnya menutup biaya perawatan kita, atau RS menanggung selisihnya di tiap pasien?

Ikut Format Pedoman CP

Kolom kegiatan baku, uraian, dan hari rawat persis formulir CP untuk akreditasi. Tiap sel menandai wajib atau opsional, lengkap dengan jumlah pelaksanaan per hari.

Biaya, Tarif RS, dan Jasa Pelayanan

Biaya standar dari item wajib, biaya maksimum menambahkan item opsional. Di sampingnya tarif RS per episode (dasar harga paket pasien umum) dan porsi jasa pelayanannya, semuanya dibandingkan dengan klaim INA-CBG di kelas rawat yang sama.

Bahan Evaluasi PMKP 7

Standar akreditasi RS (KMK 1596/2024) meminta minimal 5 evaluasi clinical pathway prioritas yang berdampak ke kendali biaya. Biaya per episode dari modul ini jadi bahan evaluasinya.

Cost per Episode

Biaya Standar = Σ (Unit Cost + Obat) × Jumlah Pelaksanaan Wajib

BPJS Episode Gap

Selisih Klaim = Tarif INA-CBG − Biaya per Episode

After Service Fee

Selisih Setelah Jasa = Tarif INA-CBG − (Biaya + Jasa Pelayanan)

Di JKN jasa pelayanan dibayar dari klaim yang sama, jadi ini selisih yang benar-benar ditanggung RS.

Clinical Pathway
Editor Clinical Pathway UCRS: baris dokumen dikelompokkan per kategori baku, kolom hari rawat berisi jumlah pelaksanaan dengan tanda wajib atau opsional, serta biaya standar dan tarif standar tiap baris.
Contoh: clinical pathway sectio caesarea tanpa penyulit, disusun dari kegiatan dan obat yang ada di data rumah sakit.
Biaya Clinical Pathway
Laporan Biaya Clinical Pathway UCRS: jumlah clinical pathway yang klaimnya menutup dan tidak menutup biaya, lalu tabel per clinical pathway berisi biaya standar, tarif RS, tarif INA-CBG, selisih klaim dan selisih setelah jasa pelayanan bertanda merah atau hijau, serta jumlah temuan data.
Worklist semua clinical pathway, diurutkan dari selisih klaim paling minus. Angka dari data contoh.

Data Belum Lengkap Langsung Ketahuan

Baris tanpa acuan biaya, rawat inap tanpa akomodasi, kegiatan yang aktivitasnya belum diisi, atau kode INA-CBG yang tidak punya tarif: semuanya muncul sebagai temuan, lengkap dengan penyebab dan cara memperbaikinya. Angka yang dihasilkan adalah biaya standar menurut dokumen, bukan biaya aktual per pasien. Clinical Pathway berjalan sebagai add-on plugin di atas engine yang sama, tanpa mengubah formula core calculation engine.

Remuneration Module

Otomasi Remunerasi & Distribution Jasa Pelayanan.

Di tiap struktur tarif ada alokasi Jasa Pelayanan (JP) untuk para nakes & staff. Modul Remunerasi mengkalkulasi pembagian porsi JP secara otomatis untuk setiap kegiatan medis, lalu dikonsolidasikan langsung dengan volume tahunan.

Yang dialokasikan murni porsi Jasa Pelayanan, bukan menggerus Unit Cost. Direct Cost alat, bahan, & overhead tetap terisolasi utuh di calculation engine.

45%

JP Pelaksana

Dokter / Bidan utama penanggung jawab kegiatan.

15%

JP Asisten

Perawat atau asisten kegiatan medis.

10%

JP Struktural

Management & penanggung jawab Revenue Center.

30%

JP Tenaga Lain

Tim penunjang & supporting staff yang terlibat.

Preset rasio di atas adalah skema standar bawaan. Persentase fully customizable, bisa dibuat berbeda tiap kegiatan medis tertentu, serta komponen penerima bisa ditambahkan sesuai regulasi RS dengan invariant constraint: total alokasi selalu 100%.

Calculation per Kegiatan

Nominal JP = Jasa Pelayanan × % Share

Annual Revenue Projection

Total Remunerasi = Nominal JP × Annual Volume

Laporan Remunerasi
Laporan Remunerasi UCRS: total jasa pelayanan dan nilai tiap komponen, disertai tabel pembagian per kegiatan lengkap dengan persentasenya.

Modular Architecture: Scale Without Distorting Core Engine

Remunerasi bekerja sebagai add-on plugin opsional. Sistem arsitektur modular menjamin modul ini berjalan di atas data layer utama tanpa pernah mengubah atau merusak formula core calculation engine.

Reporting & Export

Siap diajukan ke jajaran Direksi & Board level.

9 jenis laporan PDF resmi berkop instansi, export Excel di semua tabel, dan fitur batch export per unit/divisi.

Laporan Initial Cost · Cost Component × Work Unit
Laporan Biaya Awal UCRS: matriks komponen biaya terhadap seluruh unit kerja dengan kolom total.
Layer 1: biaya yang dikonsolidasi di tiap unit kerja, sebelum satu rupiah pun dialokasikan.
Laporan Double Distribution · Cost Component × Revenue Center
Laporan Double Distribution UCRS: biaya yang diterima tiap unit Revenue Center per komponen biaya, hasil distribusi dari unit Cost Center.
Layer 2: berapa biaya Cost Center yang mendarat di tiap Revenue Center, per komponen. Angkanya belum termasuk biaya milik unit itu sendiri, sehingga dua sumber biaya tetap terpisah.

Initial Cost Report

Rincian breakdown biaya per komponen di seluruh work unit.

Double Distribution

Aliran alokasi overhead cost Cost Center beserta matriks pertamanya.

Unit Cost & Tariff Book

Rincian cost per kegiatan, price list, dan perbandingan vs INA-CBG.

Cost vs Revenue

Analisis performa realisasi dari perspektif tarif, kegiatan, dan klaim BPJS.

Fully Defensible & Proven

Angka yang siap diuji, bukan cuma klaim di atas kertas.

Tiap layer kalkulasi direkonsiliasi hingga presisi ke rupiah terakhir dibanding legacy system. Tiap deviasi yang ada merupakan perbaikan terukur yang tercatat alasannya.

Keandalan dijaga via automated invariant checks tiap kali mesin hitung disentuh: penyerapan tagihan utilitas 100% pas, zero-leakage belanja bahan, dan seluruh biaya unit terbagi tuntas.

58

Work Units

Teruji pada data operasional riil RSUD.

1,890

Kegiatan / Activities

Calculated on-the-fly tanpa perlu batch process.

100%

Reconciled Units

Biaya awal & distribusi terverifikasi klop untuk semua unit.

18

Automated Checks

Invariant rules yang jalan tiap ada update di calculation engine.

Buktikan Sendiri Presisi Angkanya.

Coba langsung dengan data operasional lengkap, dari setup master data hingga laporan print-ready.